SELAMAT DATANG SAHABATKU TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA

Tanah Vulkanik

00.19 |

Sesuai dengan nama tanahnya, berarti tanah vulkanik merupakan jenis tanah yang berasal dari material-material gunung berapi. Material-material tersebut lama kelamaan akan melapuk dan menjadi tanah yang sangat tinggi unsur haranya. Secara lengkapnya tanah vulkanik merupakan bahan material vulkanik jatuhan yang disemburkan keudara saat terjadi suatu letusan, terdiri dari batuan berukuran besar sampai berukuran halus, yang berukuran besar (bongkah - kerikil) biasanya jatuh disekitar kawah sampai radius 5 – 7 km dari kawah, dan yang berukuran halus dapat jatuh pada jarak mencapai ratusan km bahkan ribuan km, dari kawah karena dapat terpengaruh oleh adanya hembusan angin. Dan kemudian material-material tersebut lama kelamaan akan melapuk dan menjadi tanah yang sangat tinggi unsur haranya. Jenis tanah ini banyak dijumpai pada wilayah-wilayah sekitar lereng gunung berapi.

Ketika sebuah gunung api meletus, ia akan memuntahkan aneka partikel yang panas ke udara. Salah satu material yang dikeluarkan gunung api adalah abu vulkanis. Ketika pertama kali muncul, abu yang sangat panas dan pekat ini bisa membahayakan. Namun, begitu kondisi mendingin, abu yang melapisi permukaan tanah tersebut bisa meningkatkan kesuburan tanah. Lapisan tanah yang dilapisi abu vulkanik tersebut sangat kaya mineral dan bisa menumbuhkan aneka tanaman dengan baik tanpa memerlukan tambahan pupuk.

Lapisan tanah vulkanik gembur serta berwarna hitam. Pada lapisan subsoil mempunyai warna kecoklatan dan terasa licin apabila di gosok di antara jari-jari. Bulk densitnya sangatlah rendah (<0,85). Daya tahan air sangat tinggi dan perkembangan struktur tanah baik.Tanah-tanah yang berkembang dari Abu Vulkan umumnya dicirikan oleh kandungan mineral liat allophan yang tinggi. Allophan adalah Aluminosilikat amorf yang dengan bahan organik dapat membentuk kompleks ikatan. Di daerah yang kering tanah dari abu vulkan tersebut memiliki warna tanah yang tidak sehitam dari daerah lain

0 komentar:

Poskan Komentar